Pentingnya Sebuah Spirit Untuk Maju

Pentingnya Sebuah Spirit Untuk Maju

Di sekolah tempat Saya bertugas SMA Tanzania, sering Saya lontarkan pernyataan bahwa "Smandaku Bisa!" Meniru slogan yang digunakan sekolah jenjang SMK. 

Saya berfikir "Tak apalah, itu bukan sebuah hak paten yang harus dilindungi.  Apalagi tujuan meminjam istilah itu,  semata untuk kepentingan motivasi. Bukan untuk komersial."

Terus,  apa "spesialnya"  slogan itu di SMA Tanzania?  Karena di sekolah ini,  setiap ada "projek mandiri" yang direncanakan kemudian di eksekusi dalam sebuah keputusan bersama,  maka selalu dapat diwujudkan,  walau tentunya dalam rentang waktu yang berbeda-beda. Ingat,  itu projek-projek mandiri dan nyaris tidak menggunakan "uang negara".

Banyak yang kurang yakin dengan capaian ini,  tapi itu fakta.  Sebut saja,  ketika kita sepakat untuk menjadikan Koperasi Keluarga "bebas riba", maka tak perlu mennggu lama, ketika digelar RAT, maka tahun itu pula terlaksana. Mungkin satu-satunya koperasi yang tidak membebani anggotanya dengan "uang jasa". Menurut kacamata syariah,  uang jasa atau "bunga" itu konon termasuk dalam golongan "riba"

Lalu bagaimana koperasi ini hidup bahkan memberikan keuntungan atau SHU (Sisa Hasil Usaha)  bagi para anggotanya?  Dialah dari keuntungan unit usaha kantin dan toko koperasi yang menyediakan segala perlengkapan sekolah yang dibutuhkan seperti pakaian seragam siswa dan guru,  atribut,  alat tulis, dan sembako bagi guru dan TU. Bagaimana dengan koperasi Anda? 

Mimpi berikutnya adalah tata kelola kantin.  Sebagai penyelenggara sekolah lima hari kerja (fulldays school), keberadaan kantin mutlak diperlukan. Semua peserta didik dan sebagian guru berada di sekolah dari pagi hingga sore hari.  Belum tentu semua mereka membawa bekal makanan dari rumah.  

Bagaimana kondisi nyata kantin sm Tanzania sampai 2 tahun terakhir? Persis pondok-pondok liar tak beraturan.  Mereka bertebaran di bawah pepohonan. Selain merusak keindahan juga minim kontribusi. Kesannya kumuh dan minim kontribusi. 

Kini pondok-pondok liar itu sudah menjadi kantin sehat dan terpadu. Menjadi bagian dari investasj  masyarakat yang dikendalikan sekolah.  Ia bukan hanya memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga sekolah,  melainkan sudah menjadi pusat kuliner lokal,  karena tidak semata menjajakan makanan ringan,  melainkan juga menu olahan seperti gudeg,  rawonn,  soto,  sate,  ayam olahan,bakso, mie ayam, pempek,  tekwan,  model, dll.   Makanan yang dijual dijamin higienis,  karena baik makanan maupun petugas kantin mendapatkan pengawasan dari Dinas Kesehatan atau Puskesmas setempat. Penasaran ingin mencoba?  Silakan datang ke Kantin Sehat Tanzania. 

Suatu waktu seorang Guru Senior dan kini sudah pensiun,  Pak Shobari namanya.  Beliau menemui saya,  seraya melontarkan usul untuk "meremajakan" mushola.  Siapa tahu itu menjadi ladang amal bersama. Mushola yang ada benar-benar sudah tua,  bahkan atapnya yang lapuk,  rentan  ambruk. Subhanallaah...,  3  tahun kemudian niat itu terwujud. Kini sudah berdiri kokoh sebuah masjid di komplek SMA Tanzania ini. Menyerap biaya hampir 280 juta-an.  Tapi hebatnya,  95% dana pembangunan masjid ini adalah bantuan warga sekolah dan masyarakat. Hanya 5% saja yang merupakan hibah dari Pemkab OKU.

Pada program lainnya, seorang guru melalui inisiasi Tim Pengembang Sekolah, mengusulkan ada Spot Area yang menarik untuk dijadikan tempat bergoto.  Sebut saja "Pojok Swafoto". Wow,  tempat itu benar-benar terwujud.   Kita ingat pula, salah seorang eksekutornya adalah Ibu Dian Martha,  guru SMKN 4 OKU yang membagi waktunya juga untuk SMA Tanzania. Ternyata bukan hanya tempat berselfi,  tetapi pojok tersebut sering juga dimanfaatkan untuk prewedding-nya para tetangga.

Alhamdulillah, itu sangat istimewa untuk ukuran sekolah kita,  yang sebagian orang mengatakannya sebagai "sekolah pinggiran".

Menyadari posisi di pedesaan itu membuat kami tidak memuntut "yang bukan-bukan".  Tatkala bisa mengimplementasikan Kurtilas, menyelenggarakan UNBK,  melaksanakan fulldays scholl, dan menjadi sekolah model saja sudah sangat membanggakan.  Apalagi jika bisa memperoleh kehormatan memgikuti kontestasi di ajang nasional. Yang demikian itu kami namakan "menembus batas". Ya,  batas dari takdir awam. Takdir, dimana bukan hanya orang lain mampu memprediksinya, tapi kita pun tak pernah menyangka bisa menggapainya.

Siapa yang paling penting dalam pencapaian "unik" ini? Jawab: Warga Sekolah!  Dialah guru,  karyawan, siswa,  dan masyarakat sekitar. 

Maafkan,  jika Saya merasakan kebanggaan menjadi bagian dari sekolah ini. 

Junjung tinggi etika dan toleransi agar sekolah kita tidak terkotak-kotak dalam tindakan eksklusif, yakni ingin kelihatan tampil paripurna, padahal keserbaterbatasan kitalah yang menjadikan kita sebagai manusia sempurna. 

Tetaplah dalam komitmen tanggung jawab sebagai pemegang tugas profesi, yakni melaksanakan KBM sesuai pembagian tugas dan jadwal,  sedangkan  untuk Tenaga Kependidikan hadirlah setiap hari kerja.

Berpakaian sesuaj aturan formal dan pantas. (misal bagi ASN, pedomanilah Pergub Pakaian Seragam ASN yang sudah ada,  dan GTT/PTT menyesuaikan) 

Gunakanlah media komunikasi yang ada (WA,  FB,  IG,  dll) sesuai peruntukan dan tujuan, sehingga tudak menimbulkan friksi dan multi tafsir

Masih ada dan banyak untuk kita jadikan contoh dan teladan bekerja, daripada menyoal kesalahan yang dilakukan orang lain yang tidak layak dijadikan referensi. 

Itulah yang membuat SMA Tanzania berbeda.   Yakinlah nilai-nilai unik sekolahan ini terbentuk dari banyaknya perbedaan. Kemudian perbedaan itu larut dalam sebuah kesamaan tujuan.  

Mari saling mengingatkan tanpa harus orang lain tidak bersimpati dengan cara kita.  Mari berbagi tanpa membuat kita "enek" menerimanya. 


Salam persaudaraan...


0 Comments

Diyoto Reply

Tulisan yang menginspirasi. Semoga SMAN 2 OKU makin maju kedepannya dan mampu bersaing ditingkat yang lebih tinggi

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang harus diisi ditandai *